
Surabaya, 11 Agustus 2025 — Seorang bocah berusia 11 tahun asal Surabaya, Rifqi Ramadhan, berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih juara pertama Kejuaraan Catur Internasional Junior 2025 yang digelar di Manila, Filipina. Kisahnya menjadi viral karena ia mengaku hanya berlatih catur secara daring di warnet dekat rumahnya.
Perjalanan Menuju Juara
Rifqi mulai mengenal catur dari ayahnya yang merupakan sopir angkot. Namun, fasilitas pelatihan profesional tidak ia miliki. Sebaliknya, Rifqi mengasah kemampuannya dengan bermain di situs dan aplikasi catur internasional menggunakan komputer warnet seharga Rp5.000 per jam.
“Kalau di warnet, lawannya dari seluruh dunia. Jadi bisa belajar banyak strategi,” kata Rifqi saat diwawancarai.
Tantangan yang Dihadapi
-
Keterbatasan biaya: Tidak mampu membeli laptop atau papan catur profesional.
-
Waktu latihan terbatas: Harus menunggu saat warnet sepi agar bisa fokus.
-
Koneksi internet: Kadang terputus di tengah pertandingan.
Meski begitu, Rifqi tetap konsisten berlatih 2–3 jam setiap hari seusai sekolah.
Puncak Prestasi
Di kejuaraan di Manila, Rifqi mengalahkan 64 peserta dari 12 negara. Lawannya di babak final adalah wakil India yang sebelumnya menjadi juara bertahan dua tahun berturut-turut. Kemenangan Rifqi diraih lewat strategi “Queen’s Gambit Declined” yang ia pelajari dari video tutorial daring.
Sambutan dan Dukungan
Setibanya di Surabaya, Rifqi disambut hangat oleh keluarga, teman sekolah, dan perwakilan Dinas Pendidikan. Pemerintah Kota Surabaya berencana memberikan beasiswa penuh hingga SMA.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Kisah Rifqi menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih prestasi internasional.
Pakar pendidikan menilai, teknologi digital dapat membuka akses belajar yang setara jika digunakan dengan konsisten dan disiplin.