Jakarta, 23 September 2026 – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap tim penyelam berhasil menembus salah satu kamar di dalam bangkai KM Virgo dan menemukan banyak jasad korban. Temuan tersebut menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian setelah tim SAR sebelumnya menghadapi kesulitan memasuki sejumlah bagian kapal. Kondisi bangkai kapal di bawah air membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tim kini memprioritaskan upaya mengevakuasi korban dengan tetap memperhatikan keselamatan personel. Operasi dilakukan secara bertahap karena kondisi di dalam kapal memiliki risiko tinggi.
Keberhasilan penyelam memasuki kamar memberikan gambaran baru mengenai kemungkinan masih adanya korban yang terjebak di dalam bangkai kapal. Sejak kapal mengalami kecelakaan, tim SAR telah melakukan pencarian melalui permukaan laut maupun penyelaman ke lokasi bangkai. Sejumlah bagian kapal sulit dijangkau karena posisi bangkai dan kondisi struktur yang tidak stabil. Jarak pandang di bawah air yang terbatas turut menjadi kendala bagi penyelam. Setiap akses menuju ruangan harus diperiksa sebelum personel dapat bergerak lebih jauh.
Basarnas menyebut penemuan banyak jasad membuat proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus. Penyelam harus memastikan jalur keluar tetap aman ketika membawa korban dari ruangan menuju bagian luar kapal. Struktur yang sempit, benda-benda di dalam kapal, serta kemungkinan perubahan posisi bangkai menjadi risiko yang harus diperhitungkan. Tim penyelam juga memiliki batas waktu kerja di bawah air sehingga proses pengangkatan tidak dapat dilakukan sekaligus. Rotasi personel diperlukan agar operasi dapat terus berlangsung dengan tingkat keselamatan yang terjaga.
Setelah berhasil dikeluarkan dari bangkai kapal, jasad korban akan dibawa menuju lokasi yang telah ditentukan untuk menjalani proses identifikasi. Tahapan tersebut diperlukan untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Data ante mortem dari keluarga dapat dibandingkan dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah untuk membantu proses identifikasi. Koordinasi antara Basarnas, kepolisian, tenaga medis, dan unsur terkait menjadi penting dalam tahapan tersebut. Keluarga korban juga terus menunggu perkembangan terbaru dari operasi pencarian.
Penemuan korban di dalam kamar memperkuat fokus pencarian pada bagian interior KM Virgo yang sebelumnya belum seluruhnya dapat dijangkau. Tim SAR perlu memeriksa ruangan lain secara sistematis untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat. Penyelaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus, cuaca, serta stabilitas bangkai kapal. Peralatan pendukung bawah air juga digunakan untuk membantu penyelam mengenali kondisi di sekitar lokasi. Operasi dapat disesuaikan sewaktu-waktu apabila situasi dinilai terlalu berbahaya bagi personel.
Selain mengevakuasi korban, kondisi bangkai kapal dapat memberikan informasi penting bagi proses investigasi kecelakaan. Posisi kapal, kondisi ruangan, dan sejumlah temuan di lokasi berpotensi membantu pihak berwenang merekonstruksi kejadian. Namun, prioritas utama operasi SAR tetap diarahkan pada pencarian dan evakuasi korban. Pemeriksaan mengenai penyebab kecelakaan dilakukan melalui proses tersendiri oleh pihak yang berwenang. Dokumentasi selama operasi juga diperlukan agar setiap temuan dapat tercatat dengan baik.
Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan. Temuan banyak jasad di salah satu kamar KM Virgo menjadi perkembangan signifikan sekaligus menunjukkan beratnya proses evakuasi yang masih harus dijalankan. Tim penyelam akan melanjutkan pemeriksaan terhadap bagian kapal yang memungkinkan untuk dimasuki. Keluarga korban diharapkan memperoleh kepastian setelah proses evakuasi dan identifikasi dapat diselesaikan. Seluruh unsur SAR kini berupaya mempercepat pencarian tanpa mengabaikan risiko yang dihadapi personel di bawah air.




