Jakarta, 6 Oktober 2026 – Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) dinilai memiliki peran penting dalam mencegah kerusakan sekaligus menekan risiko kebakaran lahan gambut. Perencanaan yang terarah diperlukan karena karakteristik gambut berbeda dengan lahan mineral dan membutuhkan tata kelola khusus. Pencegahan sejak awal dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kerusakan maupun kebakaran terjadi.
Ekosistem gambut memiliki kemampuan menyimpan air dan karbon dalam jumlah besar sehingga keberadaannya penting bagi keseimbangan lingkungan. Ketika kondisi gambut mengalami kekeringan atau perubahan akibat aktivitas yang tidak terkendali, risiko kebakaran dapat meningkat. Api pada lahan gambut juga dapat sulit dipadamkan karena mampu menjalar pada lapisan organik di bawah permukaan.
RPPEG dapat menjadi acuan untuk menentukan arah perlindungan dan pemanfaatan kawasan berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah. Melalui perencanaan tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi kawasan yang perlu dilindungi, dipulihkan, maupun dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan fungsi ekosistem. Data mengenai kondisi hidrologi dan penggunaan lahan menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan.
Pencegahan kebakaran gambut juga membutuhkan pengelolaan tata air yang baik agar lahan tidak mengalami kekeringan berlebihan. Pemantauan kondisi lapangan perlu dilakukan secara berkala, terutama ketika memasuki musim kemarau. Deteksi dini terhadap perubahan kondisi gambut dapat membantu pemerintah dan masyarakat mengambil langkah sebelum muncul kebakaran yang lebih luas.
Penerapan RPPEG membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gambut. Setiap pihak memiliki peran dalam memastikan pemanfaatan lahan tidak mengganggu fungsi ekologisnya. Pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerusakan juga perlu dilakukan secara konsisten.
Masyarakat di sekitar ekosistem gambut dapat dilibatkan melalui pengembangan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan karakter lahan. Pemanfaatan yang tidak membutuhkan pengeringan gambut secara berlebihan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Pendekatan tersebut membuat perlindungan ekosistem dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat.
Keberadaan RPPEG pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan dokumen perencanaan, tetapi juga konsistensi penerapannya di lapangan. Pengelolaan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kebakaran, menjaga cadangan karbon, dan mempertahankan fungsi hidrologis kawasan gambut. Dengan perencanaan serta pengawasan yang berkelanjutan, potensi kerusakan ekosistem gambut dapat ditekan sejak dini.





