Jakarta, 3 Mei 2026 – Pemerintah resmi menetapkan tarif listrik untuk periode 4 hingga 10 Mei 2026. Penetapan ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya pengguna listrik prabayar yang ingin mengetahui berapa jumlah energi listrik (kWh) yang bisa didapat dari pembelian token dengan nominal tertentu.
Tarif listrik yang berlaku masih mengacu pada kebijakan stabilisasi harga guna menjaga daya beli masyarakat. Untuk pelanggan rumah tangga non-subsidi, tarif per kWh berada di kisaran tertentu tergantung pada golongan daya yang digunakan.
Sebagai gambaran, jika tarif listrik berada di kisaran Rp1.400 hingga Rp1.500 per kWh, maka pembelian token senilai Rp50.000 tidak sepenuhnya dikonversi menjadi listrik. Hal ini karena terdapat potongan seperti pajak penerangan jalan (PPJ) dan biaya administrasi.
Setelah dikurangi komponen tersebut, nilai bersih yang dikonversi menjadi listrik biasanya berada di kisaran Rp42.000 hingga Rp45.000. Dengan demikian, jumlah listrik yang diperoleh berkisar antara 28 hingga 32 kWh, tergantung wilayah dan besaran potongan yang berlaku.
Perbedaan jumlah kWh juga dipengaruhi oleh golongan pelanggan. Pelanggan dengan daya lebih tinggi umumnya memiliki tarif yang berbeda dibandingkan pelanggan bersubsidi, sehingga hasil konversi token bisa bervariasi.
Pihak PLN mengimbau masyarakat untuk memahami rincian biaya dalam pembelian token listrik. Transparansi ini penting agar pelanggan dapat memperkirakan kebutuhan listrik secara lebih akurat.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menggunakan listrik secara bijak. Penggunaan perangkat hemat energi serta pengaturan pemakaian dapat membantu mengoptimalkan konsumsi listrik sehari-hari.
Pemerintah memastikan bahwa penetapan tarif listrik tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor energi dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Dengan memahami perhitungan tarif dan konversi token listrik, masyarakat diharapkan dapat mengelola konsumsi energi dengan lebih efisien. Informasi ini juga membantu dalam merencanakan pengeluaran rumah tangga secara lebih baik.







