Jakarta, 7 Mei 2026 – Pemerintah Amerika Serikat menyatakan operasi militer bertajuk “Epic Fury” terhadap Iran telah resmi berakhir setelah dinilai mencapai target utama yang ditetapkan Washington. Pengumuman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi keamanan kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan operasi ofensif tersebut telah selesai dan pemerintah AS kini lebih memilih jalur diplomasi dibanding eskalasi konflik lanjutan. Ia menegaskan Washington menganggap tujuan utama operasi telah tercapai.
Setelah pengumuman berakhirnya “Epic Fury”, pemerintah AS disebut mulai mengalihkan fokus ke operasi defensif baru bernama “Project Freedom” yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran dan distribusi minyak di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi terpenting di dunia dan sempat terganggu akibat ketegangan konflik.
Meski operasi tempur dinyatakan selesai, situasi kawasan masih dinilai belum sepenuhnya stabil. Ketegangan antara Washington dan Teheran tetap tinggi, terutama terkait isu program nuklir Iran dan keamanan maritim di Teluk.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pemerintahannya lebih menginginkan kesepakatan damai dengan Iran. Namun, ia tetap memperingatkan bahwa tindakan militer bisa kembali dilakukan apabila negosiasi gagal mencapai hasil yang diharapkan.
Pengumuman berakhirnya operasi tersebut memunculkan berbagai respons dari komunitas internasional. Sejumlah negara berharap langkah itu menjadi awal meredanya konflik di Timur Tengah, sementara pengamat menilai situasi masih berpotensi berubah sewaktu-waktu tergantung hasil diplomasi kedua pihak.
Pasar global juga memantau perkembangan terbaru karena konflik di kawasan Teluk berdampak langsung terhadap harga minyak dunia dan stabilitas perdagangan internasional. Gangguan di Selat Hormuz sebelumnya sempat memicu kekhawatiran terkait distribusi energi global.
Sementara itu, Amerika Serikat menegaskan operasi lanjutan yang dilakukan saat ini bersifat defensif dan bertujuan memastikan keamanan jalur pelayaran internasional, bukan memperluas perang dengan Iran.





