Jakarta, 9 Mei 2026 – Ruas jalan yang selama bertahun-tahun dikenal warga sebagai “jalan seribu lubang” di wilayah West Sumatra akhirnya mulai dibangun dan diperbaiki setelah mengalami kerusakan parah selama sekitar satu dekade.
Kondisi jalan tersebut sebelumnya menjadi keluhan utama masyarakat karena dipenuhi lubang, genangan air, dan permukaan yang tidak rata. Kerusakan parah membuat aktivitas warga, distribusi barang, hingga mobilitas kendaraan sering terganggu, terutama saat musim hujan.
Warga sekitar mengaku sudah lama menantikan perbaikan karena jalan itu merupakan akses penting penghubung antardaerah dan jalur aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Banyak pengendara disebut harus ekstra hati-hati saat melintas untuk menghindari kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.
Proses pembangunan kini mulai dilakukan dengan pengerjaan bertahap menggunakan alat berat dan material baru. Pemerintah daerah menyebut proyek perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
Selain memperbaiki kenyamanan berkendara, pembangunan jalan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Akses transportasi yang lebih baik dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan aktivitas usaha warga.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan rusak juga disebut sering memicu kerusakan kendaraan warga dan meningkatkan biaya transportasi. Karena itu, dimulainya proyek pembangunan disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Sejumlah warga bahkan menyebut perbaikan jalan ini sebagai harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Mereka berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan kualitas jalan benar-benar tahan lama.
Pengamat infrastruktur menilai pemeliharaan jalan secara berkala sangat penting agar kerusakan tidak kembali terjadi dalam waktu singkat. Faktor drainase dan beban kendaraan juga disebut harus diperhatikan untuk menjaga kualitas jalan dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah memastikan pengerjaan akan terus dipantau agar proses pembangunan berjalan sesuai target dan standar yang telah ditetapkan. Masyarakat juga diminta bersabar selama proses perbaikan berlangsung karena kemungkinan adanya gangguan lalu lintas sementara.
Dengan dimulainya pembangunan jalan yang sempat rusak selama sekitar 10 tahun itu, warga berharap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut dapat kembali berjalan lebih lancar dan aman.








