Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, mengakui bahwa timnya belum layak disebut sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk evaluasi terhadap performa Die Mannschaft yang dinilai masih belum konsisten di ajang Piala Dunia 2026.
Nagelsmann menegaskan bahwa status sebagai tim besar tidak bisa hanya mengandalkan sejarah dan tradisi. Menurutnya, sebuah tim harus mampu membuktikan kualitasnya melalui penampilan yang konsisten, hasil positif, dan kemampuan bersaing dengan negara-negara terbaik di setiap turnamen.
Ia menilai Jerman masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu segera diperbaiki, mulai dari efektivitas penyelesaian akhir hingga kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Kesalahan-kesalahan kecil, menurutnya, sering kali menjadi pembeda dalam laga-laga penting.
Meski memberikan penilaian yang cukup kritis, Nagelsmann tetap optimistis dengan potensi yang dimiliki skuadnya. Ia melihat banyak pemain muda berbakat yang dapat menjadi fondasi bagi kebangkitan Jerman dalam beberapa tahun ke depan jika terus berkembang dengan baik.
Pelatih berusia 39 tahun itu juga menekankan pentingnya membangun mental juara di dalam tim. Ia berharap para pemain tidak cepat puas dan terus meningkatkan kualitas permainan agar mampu kembali bersaing dengan negara-negara elite di level internasional.
Nagelsmann meminta seluruh elemen tim, mulai dari pemain hingga staf pelatih, untuk menjadikan kritik sebagai motivasi. Ia percaya proses pembangunan tim membutuhkan waktu, kerja keras, dan komitmen yang kuat dari semua pihak.
Meski mengakui Jerman belum berada di level terbaiknya, Nagelsmann yakin Die Mannschaft memiliki kapasitas untuk kembali menjadi salah satu tim yang disegani dunia. Dengan evaluasi yang tepat dan perkembangan para pemain, ia optimistis Jerman dapat kembali bersaing memperebutkan gelar pada turnamen-turnamen besar mendatang.





