Jakarta, 1 Oktober 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia membuka perdagangan Kamis pagi dengan pelemahan 8,25 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.062,89. Koreksi tersebut menandai perdagangan perdana pasar saham Indonesia pada Oktober 2026. Pada saat yang sama, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 2,09 poin atau 0,35 persen menjadi 599,09.
Pelemahan pada pembukaan terjadi setelah IHSG menutup perdagangan Rabu di zona merah. Pada 30 September, IHSG berakhir di posisi 6.071,14 setelah turun sekitar 0,83 persen. Kondisi tersebut membuat perhatian investor pada awal Oktober tertuju pada kemampuan indeks mempertahankan area psikologis 6.000.
Pergerakan indeks pada awal perdagangan masih dibayangi sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Pelaku pasar mencermati pergerakan nilai tukar rupiah, kondisi pasar global, imbal hasil obligasi Amerika Serikat serta harga komoditas, khususnya minyak. Arus dana asing juga menjadi perhatian karena tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar dapat memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.
Secara teknikal, area 6.000 menjadi salah satu level yang diperhatikan pada perdagangan Kamis. Sejumlah analisis sebelum pembukaan memperkirakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan yang belum sepenuhnya mereda. Kemampuan indeks bertahan di atas level tersebut dinilai dapat membuka ruang terjadinya pemulihan teknikal, sedangkan pelemahan lebih dalam berpotensi memperbesar tekanan jangka pendek.
Pasar juga mengawali Oktober setelah mengalami tekanan cukup kuat sepanjang beberapa perdagangan terakhir pada September. Kondisi tersebut membuat investor cenderung mencermati perkembangan pasar sebelum menentukan posisi baru. Selain faktor eksternal, data ekonomi domestik menjadi salah satu indikator yang diperhatikan untuk membaca arah pasar pada awal kuartal IV. Kombinasi sentimen tersebut berpotensi membuat pergerakan IHSG tetap dinamis sepanjang sesi perdagangan.
Pergerakan LQ45 yang turun lebih dalam dibandingkan IHSG pada pembukaan juga menunjukkan tekanan pada kelompok saham unggulan. Indeks tersebut melemah 0,35 persen ke posisi 599,09 ketika IHSG terkoreksi 0,14 persen. Perubahan pada saham-saham berkapitalisasi besar dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap arah indeks utama. Investor selanjutnya akan mencermati apakah tekanan pada kelompok saham tersebut berlanjut atau mulai mereda pada sesi berikutnya.
Pembukaan IHSG di level 6.062,89 menunjukkan pasar saham Indonesia mengawali Oktober dengan koreksi terbatas. Arah perdagangan berikutnya akan dipengaruhi respons investor terhadap sentimen domestik, pergerakan pasar global dan arus modal asing. Level 6.000 menjadi salah satu area yang mendapat perhatian karena posisinya berdekatan dengan pembukaan perdagangan Kamis. Pergerakan sepanjang sesi akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kemampuan pasar mempertahankan momentum pada awal kuartal IV 2026.




