Banyuwangi, 29 September 2026 – Nuansa budaya Banyuwangi hadir di dalam perjalanan kereta api melalui pertunjukan bertajuk Gandrung On Train. Penumpang yang melakukan perjalanan menuju Ketapang mendapatkan pengalaman berbeda dengan menyaksikan Tari Gandrung, salah satu kesenian khas Banyuwangi, langsung di dalam rangkaian kereta. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya berorientasi pada transportasi. Wisatawan sekaligus diperkenalkan dengan kekayaan seni dan budaya daerah selama perjalanan.
Penampilan para penari Gandrung menarik perhatian penumpang karena digelar di tengah perjalanan menuju ujung timur Pulau Jawa. Dengan busana khas dan gerakan tari yang menjadi identitas Banyuwangi, para penari menghadirkan suasana berbeda di dalam kereta. Sejumlah penumpang mengabadikan pertunjukan menggunakan telepon genggam mereka. Kehadiran atraksi budaya tersebut membuat perjalanan menuju Ketapang menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Tari Gandrung memiliki keterkaitan kuat dengan identitas budaya masyarakat Banyuwangi. Kesenian tersebut berkembang menjadi salah satu ikon daerah dan kerap ditampilkan dalam berbagai agenda pariwisata maupun kegiatan budaya. Membawanya ke dalam moda transportasi memberikan ruang baru untuk memperkenalkan Gandrung kepada wisatawan dari berbagai daerah. Penumpang yang sebelumnya belum mengenal kesenian tersebut dapat menyaksikannya secara langsung tanpa harus mendatangi lokasi pertunjukan khusus.
Konsep Gandrung On Train juga memperlihatkan peluang kolaborasi antara sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Perjalanan kereta dapat dimanfaatkan sebagai ruang promosi destinasi sekaligus kebudayaan lokal yang berada di sepanjang jalur perjalanan. Banyuwangi memiliki beragam destinasi alam dan budaya yang selama ini menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Stasiun Ketapang menjadi salah satu pintu masuk penting bagi penumpang yang hendak menjelajahi Banyuwangi maupun melanjutkan perjalanan menuju Bali.
Atraksi di dalam perjalanan dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan karena pengalaman berkunjung dimulai sebelum mereka tiba di destinasi. Pertunjukan budaya juga membuka kesempatan lebih luas bagi seniman lokal untuk memperkenalkan karya dan tradisi daerah. Pendekatan semacam ini dapat memperkuat hubungan antara layanan transportasi dengan pengembangan pariwisata berbasis pengalaman. Penumpang tidak hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mendapatkan interaksi langsung dengan kebudayaan daerah tujuan.
Banyuwangi selama ini terus mengembangkan berbagai kegiatan budaya sebagai bagian dari daya tarik pariwisata. Tari Gandrung menjadi salah satu unsur yang konsisten diperkenalkan karena memiliki karakter dan sejarah yang melekat dengan masyarakat setempat. Kehadirannya di dalam kereta membuat ruang pertunjukan menjadi lebih dekat dengan wisatawan. Promosi budaya melalui perjalanan juga dapat mendorong penumpang untuk mencari tahu lebih jauh mengenai destinasi dan kesenian Banyuwangi setelah tiba.
Gandrung On Train pada akhirnya menghadirkan pengalaman berbeda bagi penumpang yang melakukan perjalanan menuju Ketapang. Perpaduan layanan transportasi dan pertunjukan seni membuat perjalanan menjadi lebih berkesan sekaligus memberikan ruang promosi bagi kebudayaan lokal. Tari Gandrung dapat dikenal oleh kelompok wisatawan yang lebih luas melalui interaksi langsung selama perjalanan. Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan menuju destinasi dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata Banyuwangi.




